Current Issue

Vol 3 No 1 (2021): Theologia in Loco

Edisi April 2021 membahas beragam isu menarik. Hariman A. Pattinakotta mendorong warga jemaat untuk terlibat secara aktif sebagai jemaat publik di ruang publik.

Selanjutnya, secara sederhana, Fransisco de Ch. Anugerah Jacob mendorong kita untuk menelisik jejak-jejak sejarah, khususnya di era Gereja Protestan di Timor Barat pada masa Zendeling Genootschap 1820-1860, untuk memperlihatkan peran orang lokal dalam pertumbuhan kekristenan pada masa itu.

Kita juga akan berjumpa dengan tulisan Rasid Rachman yang menyelidiki tata ruang dalam gereja yang mampu ternarasi secara liturgis. Tulisan ini memperlihatkan betapa pentingnya kita memperhatikan interior ruang ibadah.

Studi inter-tekstual antara teks Alkitab dan Al-Qur'an yang diolah Andreas Kristianto dan Daniel Listijabudi membantu kita menemukan pendekatan lain yang berbeda untuk membaca kisah Sodom di Kejadian 19 yang selama ini problematis.

Artikel terakhir merupakan sebuah karya yang mendiskusikan Islamopobia dan Kristenopobia yang selama ini menjadi bahan pembahasan di antara dua agama ini. Abraham Silo Wilar mengulas hal ini dengan sangat menarik untuk disimak bersama.

Kita juga dapat menemukan dua resensi buku, pertama oleh Tony Wiyaret Fangidae, yang menelusuri studi teks-teks kekerasan di dalam Kitab Suci yang ditulis Jerome Creach; lalu buku dari Benjamin T. Conner--Amplifying Our Witness, dibahas oleh Yesie Irawan Lie, yang menyuarakan isu orang dengan disabilitas dan gereja.

Published: 2021-04-30
View All Issues