Theologia in Loco http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal <p>STFTJ Journal adalah portal journal Milik SSTJ</p> STFT Jakarta, Indonesia en-US Theologia in Loco 1412-3878 Misteri Kristus Dan Kristus Pemersatu Ciptaan Dalam Teologia Filosofis Maximus The Confesor : Sebuah Tinjauan Kritis http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/6 <p><em>Amid the debate over the asymmetry of the structure of Job's dialogue with his three friends - Eliphaz, Bildad and Zophar - and the tendency of OT experts to read it linearly, leading to conclusions about the process of redaction and the redactor of the book of Job, this paper shows that Job's dialogue with three His friends are arranged in a chiastic manner with a certain composition pattern based on the number of verses. Thereby supporting the opinion of the unity of the text of the book of Job.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Di tengah perdebatan mengenai ketidaksimetrisan struktur dialog Ayub dengan tiga temannya ‒ Elifas,</em><em> Bildad dan Zofar ‒ dan kecenderungan para ahli PL untuk membacanya secara linier, sehingga bermuara pada kesimpulan-kesimpulan tentang proses peredaksian dan peredaksi kitab Ayub, tulisan ini menunjukkan bahwa dialog Ayub dengan tiga temannya disusun secara kiastis dengan sebuah pola komposisi tertentu berdasarkan jumlah-jumlah ayatnya. </em><em>Dengan demikian mendukung pendapat tentang kesatuan teks kitab Ayub.</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>struktur, komposisi, paralelisme, kiasmus, angka, geometris </em></p> Administrator STTF Jakarta ##submission.copyrightStatement## 2018-04-12 2018-04-12 1 1 1 1 Puisi "Geometris" Kitab Ayub Pengamatan terhadap Komposisi dan Struktur Kiastis Dialog Ayub dengan Teman-temannya (Ayub 3 - 26) http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/7 <p><em>Amid the debate over the asymmetry of the structure of Job's dialogue with his three friends - Eliphaz, Bildad and Zophar - and the tendency of OT experts to read it linearly, leading to conclusions about the process of redaction and the redactor of the book of Job, this paper shows that Job's dialogue with three His friends are arranged in a chiastic manner with a certain composition pattern based on the number of verses. Thereby supporting the opinion of the unity of the text of the book of Job.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Di tengah perdebatan mengenai ketidaksimetrisan struktur dialog Ayub dengan tiga temannya ‒ Elifas,</em><em> Bildad dan Zofar ‒ dan kecenderungan para ahli PL untuk membacanya secara linier, sehingga bermuara pada kesimpulan-kesimpulan tentang proses peredaksian dan peredaksi kitab Ayub, tulisan ini menunjukkan bahwa dialog Ayub dengan tiga temannya disusun secara kiastis dengan sebuah pola komposisi tertentu berdasarkan jumlah-jumlah ayatnya. </em><em>Dengan demikian mendukung pendapat tentang kesatuan teks kitab Ayub.</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>struktur, komposisi, paralelisme, kiasmus, angka, geometris </em></p> Administrator STTF Jakarta ##submission.copyrightStatement## 2018-04-12 2018-04-12 1 1 1 1 Resensi Buku : Worshiping with the Anaheim Vineyard, The Emergence of Contemporary Worship http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/8 <p><strong>ULASAN BUKU</strong></p> <p>Ibadah Kontemporer mulai marak diperbincangkan. Banyak kalangan bahkan gereja mulai melirik model ibadah seperti ini. Tidak hanya gereja yang beraliran pentakostal tetapi juga gereja tradisional walaupun mungkin hanya di kategori tertentu, seperti ibadah remaja dan pemuda. Penggunaan nyanyian dengan iringan musik popular merupakan daya tarik tersendiri yang ternyata mampu menjaring perhatian orang muda termasuk juga mereka yang belum pernah ke gereja sebelumnya. <br> <br>Jika kita penasaran dengan model ibadah kontemporer ini, dari mulai kemunculan dan perkembangannya di Amerika, buku ini akan menolong kita untuk mengetahuinya. Informasi dan penjelasan yang menarik di dalam buku ini, seolah mengajak kita masuk ke dalam masa tersebut.</p> Administrator STTF Jakarta ##submission.copyrightStatement## 2018-04-12 2018-04-12 1 1 1 1 Liturgi Yang Sempurna Berbaptis Dalam Kehidupan http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/9 <p><strong>Abstract: </strong>In the church, perfect liturgy is understood as worship’s condition without disruption or mistake. In reality, this perspective often makes some opportunity to discriminate some people from the worship. Research about liturgy, both from theologians, liturgy workers, and scripture text, indicates that the “real” perfect liturgy happens when people participate in daily life. This notion is same as the spirituality of Trinity. This spirituality explains that participation is the form of completeness or perfect God. Therefore, Trinitarian liturgy should show perfect liturgy as active participation from all people in their daily life so that can bring a goodness for others people.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstraksi: </strong>Di dalam kehidupan bergereja, ibadah atau liturgi yang sempurna sering dipahami sebagai kondisi ibadah tanpa gangguan, tanpa kesalahan, dan sebagainya. Pemahaman seperti itu membuka peluang adanya diskriminasi terhadap pihak-pihak tertentu di dalam ibadah. Penelitian ulang terhadap makna liturgi, baik dari para teolog dan praktisi liturgi maupun teks Alkitab, menunjukkan bahwa liturgi yang sempurna justru terjadi ketika manusia berpartisipasi di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga yang menjadi spiritualitas doktrin Trinitas, yang memperlihatkan bahwa partisipasi menjadi bentuk kesempurnaan Allah. Dengan demikian, liturgi yang Trinitaris justru menegaskan liturgi yang sempurna terjadi saat umat berpartisipasi secara aktif di dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendatangkan kebaikan bagi orang lain.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Key Words: </strong>worship, liturgy, perfect, Trinity, participation, church, daily life.</p> <p><strong>Kata-kata Kunci: </strong>ibadah, liturgi, sempurna, Trinitas, partisipasi, gereja, kehidupan sehari-hari.</p> Administrator STTF Jakarta ##submission.copyrightStatement## 2018-04-12 2018-04-12 1 1 1 1 Menuju Pelayanan Pastoral Yang Relevan dan Kontekstual http://www.theologiainloco.com/ojs/index.php/sttjournal/article/view/10 <p class="Thesisstatemtn"><span lang="EN-US">Abstrak:</span><span lang="EN-US" style="font-weight: normal;"> Dari waktu ke waktu gereja terus mencari, membaharui, dan melengkapi model pelayanan pastoral yang dipakai dalam rangka memberikan respons terhadap berbagai masalah kemanusiaan yang mesti ditangani secara pastoral.Upaya ini mencerminkan keseriusan gereja menemukan model pelayanan pastoral yang relevan dan kontekstual bagi kepentingan pelayanan pastoral itu sendiri. Karena itu, dalam paper ini model-model pelayanan pastoral yang telah dan sedang dikembangkan gereja akan didalami dalam rangka menemukan relevansinya bagi praktik pelayanan pastoral gereja-gereja di Indonesia.Diharapkan dengan upaya ini dapat dijelaskan hal-hal yang mesti diperhatikan oleh gereja-gereja di Indonesia dalam pengembangan pelayanan pastoral yang relevan dan kontekstual sehingga gereja mampu merespon berbagai masalah kemanusiaan secara bertanggungjawab.</span></p> <p class="Thesisstatemtn"><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p> <p class="Thesisstatemtn"><span lang="EN-US">Kata kunci:</span><span lang="EN-US" style="font-weight: normal;"> gereja, Indonesia, kontekstual, konseling, pastor, pelayanan pastoral, penggembalaan, pendampingan pastoral, relevan.</span></p> Administrator STTF Jakarta ##submission.copyrightStatement## 2018-04-12 2018-04-12 1 1 1 1