Manguju, Yudha Nugraha Pendekatan Teologi Kesehatan dan Psikoneuroimunologi Terhadap Kerentanan Bunuh Diri Masyarakat Toraja

Penulis

  • Yudha Manguju Gereja Toraja

DOI:

https://doi.org/10.55935/thilo.v5i2.269

Kata Kunci:

Suicide, Neuroscience, Psychoneuroimmunology, Psychotheology, Health Theology

Abstrak

Peristiwa bunuh diri setiap tahun menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan karena menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian umat manusia di dunia. Semua kalangan masyarakat kini perlu memberi perhatian serius mengenai masalah ini oleh sebab kompleksitas persoalan di dalamnya terdiri dari berbagai aspek seperti psikologis, sosiologis, kesehatan. pendidikan, budaya hingga teologis. Tulisan ini hendak meneliti kerentanan bunuh diri dalam masyarakat Toraja dengan lensa teologi kesehatan dan psikoneuroimunologi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku bunuh diri terjadi oleh sebab ketidakmampuan mengenal dan memahami Tuhan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari yang berdampak pada ketidakstabilan fungsi otak dan juga ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh pada pelaku yang memiliki ide bunuh diri. Dari pendekatan teologis dan psikoneuroimunologis ditemukan bahwa keyakinan dan praktik agama memiliki pengaruh pada kesehatan mental, sosial dan fisik manusia, di mana konsep Tuhan yang sehat dapat menghasilkan pikiran, perasaan dan perilaku yang sehat. Dalam hal ini keterlibatan agama memiliki korelasi yang signifikan sebagai metode koping untuk kesehatan mental yang lebih baik dalam meminimalisir segala perilaku kesehatan yang negatif, utamanya sebagai laku spiritual setiap hari.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

“30 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara Sepanjang Tahun 2020.” Diakses 12 Juni 2022. https://makassar.sindonews.com/read/287338/713/30-kasus-bunuh-diri-terjadi-di-tana-toraja-dan-toraja-utara-sepanjang-tahun-2020-1609495298.

Aulia, Nur, Yulastri Yulastri, dan Heppi Sasmita. “Faktor Psikologi Sebagai Risiko Utama Ide Bunuh Diri pada Remaja di Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.” Jurnal Penelitian Kesehatan “SUARA FORIKES” (Journal of Health Research “Forikes Voice”) 11, no. 0 (5 Januari 2020): 48–52. https://doi.org/10.33846/sf11nk110.

Australia, Healthdirect. “Neuropathy.” Text/html. Healthdirect Australia, 7 Desember 2023. https://www.healthdirect.gov.au/neuropathy.

Bingaman, Kirk A. The Power of Neuroplasticity for Pastoral and Spiritual Care. Lanham: Lexington Books, 2014.

Biroli, Alfan. “Bunuh Diri Dalam Perspektif Sosiologi.” Simulacra 1, no. 2 (25 November 2018): 213–23. https://doi.org/10.21107/sml.v1i2.4996.

Daruna, Jorge Hilarion. Introduction to Psychoneuroimmunology. Amsterdam Heidelberg: Elsevier, 2004.

Durkheim, Émile. Suicide: A Study in Sociology. 1. publ. in Routledge classics. Routledge Classics. London: Routledge, 2002.

Ellens, J. Harold. Radical Grace: How Belief in a Benevolent God Benefits Our Health. Psychology, religion, and spirituality. Westport, Conn: Praeger Publishers, 2007.

Hamzah, Amir. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research). Literasi Nusantara Abadi, 2020.

Hanewinckel, R., M. A. Ikram, dan P. A. Van Doorn. “Peripheral Neuropathies.” Handbook of Clinical Neurology 138 (2016): 263–82. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-802973-2.00015-X.

Hukom, Jeffrey. Tuhan Menolongku Melewati Depresi (2015-2019). Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020.

Jatmiko, Ipung, Rizki Fitryasari, dan Rr Dian Tristiana. “Analysis of the Risk Factors Related to Suicide Idea Among Adolescent : A Literature Review.” Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa 4, no. 2 (9 Juni 2021): 361–74.

Kar, Sujita Kumar, dan Shivangini Singh. “Anomic Suicides on Rise during Recently Emerging Crises: Revisiting Durkheim’s Model.” CNS Spectrums 28, no. 6 (Desember 2023): 655–56. https://doi.org/10.1017/S1092852923002341.

“Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.” Diakses 12 Juni 2022. https://www.kemkes.go.id/article/print/21100700003/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia.html.

“Kesehatan Mental Global dan Indonesia | Seribu Tujuan.” Diakses 28 Mei 2022. https://www.seributujuan.id//id/kesehatan-mental-global-dan-indonesia.

Koenig, Harold G., dan Harvey Jay Cohen, ed. The Link Between Religion and Health: Psychoneuroimmunology and the Faith Factor. Oxford ; New York: Oxford University Press, 2002.

Listijabudi, Daniel Kurniawan. “Yudas Murid Yang Terhilang? Discourse Analysis Dari Penelitian Naratologi Terhadap Matius 27:1-10.” Gema Teologi 32, no. 2 (29 Oktober 2008). https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/47.

Mann, J. John. “Role of the Serotonergic System in the Pathogenesis of Major Depression and Suicidal Behavior.” Neuropsychopharmacology 21, no. 1 (Agustus 1999): 99–105. https://doi.org/10.1016/S0893-133X(99)00040-8.

McCain, Nancy L. “Psychoneuroimmunology, Spirituality, and Cancer.” Gynecologic Oncology 99, no. 3 Suppl 1 (Desember 2005): S121. https://doi.org/10.1016/j.ygyno.2005.07.055.

Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Ed. Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2017.

Okafor, Samuel. “Suicide among Undergraduate Students in Southeast Nigeria: An Empirical Evaluation of Durkheim’s Classifications of Suicide.” Open Journal for Anthropological Studies 4, no. 2 (29 November 2020). https://centerprode.com/ojas/ojas0402/coas.ojas.0402.01035o.html.

Rosyanti, Lilin, Reni Devianti Usman, Indriono Hadi, dan Syahrianti Syahrianti. “Kajian Teoritis Hubungan antara Depresi dengan Sistem Neuroimun.” Health Information : Jurnal Penelitian 9, no. 2 (1 Desember 2017): 78–97. https://doi.org/10.36990/hijp.v9i2.104.

Rumbi, Frans Paillin, dan Yohanes Krismantyo Susanta, ed. Jerit Dalam Kesunyian: Fenomena Bunuh Diri dari Perspektif Agama, Budaya dan Sosial. Yogyakarta: Capiya Publishing & IAKN Toraja, 2021.

Safitri, Dian Oktaria, dan Aaaa Kusumawardhani. “Aspek Neurobiologi dan Neuroimaging Bunuh Diri.” Cermin Dunia Kedokteran 48, no. 8 (12 Agustus 2021): 289–95. https://doi.org/10.55175/cdk.v48i8.1445.

Sanderan, Rannu, dan Roby Marrung. “Fenomena Bunuh Diri Remaja Di Toraja Dalam Masa Pandemi.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 2, no. 1 (27 Juni 2021): 56–71. https://doi.org/10.34307/peada.v2i1.28.

Slavich, George M. “Psychoneuroimmunology of Stress and Mental Health.” The Oxford Handbook of Stress and Mental Health, 17 Februari 2020. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780190681777.013.24.

Tribunnews.com. “30 Warga Toraja Bunuh Diri Sepanjang 2020, Motifnya Percintaan, Depresi Hingga Masalah Keluarga.” Diakses 12 Juni 2022. https://www.tribunnews.com/regional/2021/01/02/30-warga-toraja-bunuh-diri-sepanjang-2020-motifnya-percintaan-depresi-hingga-masalah-keluarga.

UKDW, Humas. “‘Sehatkah Tuhan Anda?’ Pengaruh Iman Terhadap Kesehatan.” UKDW. Diakses 28 Mei 2022. https://www.ukdw.ac.id/sehatkah-tuhan-anda-pengaruh-iman-terhadap-kesehatan/.

Wati, Sri Purnama, dan Khoirul Anam. “Kerentanan Bunuh Diri Dalam Perspektif Sosial-Psikologi.” Jurnal An Nuur 11, no. 2 (22 Oktober 2021). https://ejournal.staiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/57.

“WHO: Tiap Detik Ada Satu Orang Tewas Bunuh Diri di Dunia.” Diakses 12 Juni 2022. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190910023019-255-428942/who-tiap-detik-ada-satu-orang-tewas-bunuh-diri-di-dunia.

World Health Organitation. “Suicide.” Diakses 12 Juni 2022. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/suicide.

File Tambahan

Diterbitkan

30-10-2023