Membangun Perdamaian di Indonesia melalui Tradisi Makan Nasi Tumpeng
Dialog Antaragama di Tingkat Akar Rumput
DOI:
https://doi.org/10.55935/thilo.v5i2.295Kata Kunci:
Indonesia, konflik, dialog antaragama, pembangunan perdamaian, nonviolence, tradisi lokal, tradisi makan Nasi TumpengAbstrak
Adakah cara membangun perdamaian tanpa kekerasan di Indonesia? Pertanyaan muncul sebagai refleksi dari persoalan konflik di Indonesia yang kompleks. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini memberikan deskripsi dari penyebab konflik dari teori konflik dan mencari padanannya dengan beberapa peristiwa konflik di Indonesia. Lebih lanjut, paparan teori peacebuilding milik David Barash muncul dalam artikel ini, sebagai beberapa alternatif untuk membangun perdamaian; dan secara spesifik teori perdamaian nonviolence milik Marriane Farina menjadi pilihan penulis untuk peacebuilding di Indonesia. Dengan tujuan memberi contoh konkrit dari pendekatan peacebuilding nonviolence, artikel ini memaparkan jalan dialog lintas agama dengan menggunakan tradisi lokal Indonesia, yaitu makan Nasi Tumpeng sebagai langkah awal dari jalan membangun perdamaian tanpa kekerasan. Tradisi ini memberi ruang bagi terciptanya dialog lintas agama di tingkat akar rumput untuk membicarakan konflik dengan menggunakan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi makan ini yaitu nilai relasional yang kuat antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia bahkan lingkungan.
Unduhan
Referensi
Ahmad, Eqbal. “Terrorism: Theirs and Ours.” In Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies, edited by David P. Barash. New York, NY: Oxford University Press, 2018.
Barash, David P., ed. Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies. 4th ed. New York, NY: Oxford University Press, 2017.
Blanch, Andrea K., Esther Hertzog, and Ibtisam Mohammed. “Women Reborn: A Case Study of the Intersection of Women, Religion, and Peacebuilding in a Palestinian Village in Israel.” In Women, Religion, and Peacebuilding: Illuminating the Unseen, edited by Susan Hayward and Katherine Marshall. Washington, DC: United States Institute of Peace Press, 2015.
Boedhiwardana, Wahyoe. “25 Tewas Dalam Serangan Jawa Timur, Termasuk 13 Pelaku Bom Bunuh Diri.” The Jakarta Post, May 14, 2018. http://www.thejakartapost.com/news/2018/05/14/25-killed-in-east-java-attacks-including-13-suicide-bombers.html.
Boulding, Kenneth. “National Images and International Systems.” In Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies, edited by David P. Barash. New York, NY: Oxford University Press, 2017.
Erdianto, Kristian. “5 Polisi Dan 1 Narapidana Terorisme Tewas Dalam Kerusuhan Di Mako Brimob (Five Police Officers and a Prisoner of Terrorism Dead in the Mako Brimob Prison Riot).” Kompas.Com, May 9, 2018. https://nasional.kompas.com/read/2018/05/09/16005701/5-polisi-dan-1-narapidana-terorisme-tewas-dalam-kerusuhan-di-mako-brimob.
Farina, Marianne. “Integral Theory Frame.” Berkeley, CA, 2016.
Fisher, Roger, William Ury, and Bruce Patton. “Getting to YES.” In Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies, edited by David P. Barash. New York, NY: Oxford University Press, 2017.
Freud, Sigmund. “Why War.” In Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies, edited by David P. Barash, 4th ed. New York, NY: Oxford University Press, 2017.
Hellman, Jörgen. “The Significance of Eating During Ramadan: Consumption and Exchange of Food in a Village in West Java.” Food and Foodways 16, no. 3 (September 4, 2008): 201–26. https://doi.org/10.1080.
Islamika. “The Meaning of Tumpeng in Javanese Islam: A Semiology Analysis on Tumpeng Using Roland Barthes’s Theory.” Bachelor Thesis, UIN Walisongo, 2016.
Janis, Irving. “Victims of Groupthink.” In Approaches to Peace: A Reader in Peace Studies, edited by David P. Barash, 4th ed. New York, NY: Oxford University Press, 2017.
Jati, Ignatius Radix A.P. “Local Wisdom behind Tumpeng as an Icon of Indonesian Traditional Cuisine.” Nutrition & Food Science 44, no. 4 (April 27, 2014): 324–34. https://doi.org/10.1108.
Jusuf, Ester Indahyani, Hotma Timbul Hutapea, Olisias Gultom, and Sondang Frishka. Kerusuhan Mei 1998 Fakta, Data Dan Analisa: Mengungkap Kerusuhan Mei 1998 Sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Edited by Raymond R. Simanjorang. Jakarta, Indonesia: Solidaritas Nusa Bangsa, The Lawyers and Indonesia Human Right Association, and TIFA Foundation, 2005.
Lestari, Nanny Sri. “Nasi Tumpeng, a Way to Convey the Message through Meaningful Signs.” International Review of Humanities Studies 1, no. 1 (January 2016): 38–49.
Muwahidah, Siti Sarah. “Interfaith Dialogue at the Grassroots Level: A Case Study of an Interfaith Empowerment Program in East Java, Indonesia.” Political Theology 9, no. 1 (2008): 79–92. https://doi.org/10.1558.
Suryaningsih, Sukarni. “Cultural Contestation in Ritual Food: American Thanksgiving and Javanese Slametan.” Semarang: Faculty of Humanities UNDIP, 2012. http://eprints.undip.ac.id/38579/1/Paper_CAP_2012_Sukarni_Suryaningsih.pdf.
Woodward, Mark. Java, Indonesia, and Islam. Muslims in Global Societies. New York, NY: Springer, 2011.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Theologia in Loco

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis memiliki hak untuk karyanya dan juga kepada jurnal Theologia in Loco hak publikasi dan distribusi pertama dalam edisi elektronik dan cetak secara bersamaan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.




