Manusia dan Tantangan Transhumanisme
Kajian Teologi Konstruktif terhadap Bionic Human dengan Konsep Perikhoresis Kristus
DOI:
https://doi.org/10.55935/thilo.v6i2.311Kata Kunci:
Perichoresis, manusia, teknologi, transhumanism, manusia bionik, teologi konstruktif, proses , penyatuan hipostatikAbstrak
Artikel ini mengkaji pemahaman teologis tentang kemanusiaan dalam konteks perkembangan teknologi, khususnya Transhumanisme, dengan menggunakan konsep perikhoresis Kristus menurut Yohanes dari Damaskus. Konsep perikhoresis menunjukkan bahwa Kristus, sebagai satu pribadi, memiliki dua hakikat yang berbeda—yaitu keilahian dan kemanusiaan. Dalam perikhoresis, kedua hakikat ini, meskipun berbeda, saling menghuni, memberikan ruang satu sama lain, saling berputar, bergerak menuju satu sama lain, dan saling meresapi dalam suatu kesatuan yang tidak tercampur, tidak terbagi, dan tidak terpisahkan. Keberadaan manusia di era Transhumanisme yang menggunakan teknologi robotik (manusia bionik) mencerminkan dinamika perikhoresis, yang menunjukkan adanya dua unsur berbeda, yaitu tubuh biologis dan tubuh robotik. Kedua unsur ini saling menghuni, berhubungan, melengkapi, dan meresapi satu sama lain tanpa menghilangkan salah satu unsur. Dengan demikian, konsep perikhoresis Kristus menurut Yohanes dari Damaskus dapat digunakan sebagai metafora konstruktif untuk memahami identitas manusia di era integrasi teknologi yang dinamis dan becoming.
Unduhan
Referensi
Adiprasetya, Joas. An Imaginative Glimpse: Trinitas Dan Agama-Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.
———. “Teologi Konstruktif Dan Wajah Sosial Agama.” In Sosiologi Agama, Pilihan Berteologi Di Indonesia: 25 Tahun Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana, edited by Izak Lattu, Rama Tulus Pilakoannu, Ebenhaizer Nuban Timo, and Steve Gaspersz. Salatiga: Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana, 2016.
Alighieri, Dante. The Divine Comedy, III. Paradiso, Vol. III. Part 1: 1: Italian Text and Translation; 2: Commentary. Translated by Charles S. Singleton. Princeton, NJ: Princeton University Press, 2021.
Asheim, Ivar. Christ and Humanity. Minnesota, MN: Fortress Press, 1970.
Braidotti, Rosi, and Maria Hlavajova. Posthuman Glossary. Theory Series. London: Bloomsbury academic, 2018.
Butarbutar, Rut Debora, and Binsar Jonathan Pakpahan. “Konsep Trinitarian Pneumatologis Sebagai Landasan Teologi Agama-Agama.” Kurios: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 2 (December 9, 2021): 463–77. https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.205.
Crisp, Oliver D. Divinity and Humanity: The Incarnation Reconsidered. Current Issues in Theology. Cambridge: Cambridge University Press, 2007.
Dewi, Athanasia Octaviani Puspita. “Kecerdasan Buatan Sebagai Konsep Baru Pada Perpustakaan.” Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi 4, no. 4 (November 25, 2020): 453–60. https://doi.org/10.14710/anuva.4.4.453-460.
Dwiatmaja, Alb Irawan. “Upaya Membangun Teologi Pembebasan Indonesia: Belajar Dari Konteks Siria-Irak Dan Palestina.” Borneo Review 2, no. 1 (July 2, 2023): 8–21. https://doi.org/10.52075/br.v2i1.101.
Hale, Merensiana, and Eritrika Nulik. “Konsep ‘Perikhoresis’ Dalam Pelaksanaan ‘Gereja Rumah’ Oleh Jemaat GMIT Talenalain Di Tengah Pandemi Covid-19.” Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (May 20, 2021): 106–26. https://doi.org/10.35909/visiodei.v3i1.207.
Harrison, Verna E. “Perichoresis in the Greek Fathers.” St. Vladimir’s Theological Quarterly 35, no. 1 (1991): 53.
HKBP. Pengakuan Iman HKBP: Konfessi Tahun 1951 Dan Tahun 1996 Bahasa Batak, Indonesia Dan Inggris. Pearaja: Kantor Pusat HKBP, 2013.
John Damascus. Writings. Translated by Frederic Hathaway Chase. The Fathers of the Church, a New Translation 37. Washington, DC: Catholic University of America Press, 1958.
Lee, Jung Young. The Trinity in Asian Perspective. Nashville, TN: Abingdon Press, 1996.
———. The Trinity in Asian Perspective. Abingdon Press, 1996.
Norris, Frederick W., ed. Faith Gives Fullness to Reasoning: The Five Theological Orations of Gregory Nazianzen. Supplements to Vigiliae Christianae, v. 13. Leiden: Brill, 1990.
Ruhama, Kezia Indianti, and Ferdinan Pasaribu. “Kecerdasan Mahasiswa Teologi Untuk Melayani Di Era Revolusi 4.0.” Jurnal Matetes STT Ebenhaezer 3, no. 1 (March 8, 2022): 69–80.
Sachin, M. S. “The Bionic Man: Future Super Human.” International Journal of Electronics Communication and Computer Engineering 5, no. 1 (2014): 30–35.
Sahinidou, Ioanna. “Christological Perichoresis.” Open Journal of Philosophy 04, no. 04 (2014): 552–59. https://doi.org/10.4236/ojpp.2014.44057.
Sarosa, Samiaji. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Kanisius, 2021.
Stamatović, Slobodan. “The Meaning of Perichoresis.” Open Theology 2, no. 1 (2016). https://doi.org/10.1515/opth-2016-0026.
Stramara, Daniel F. “Gregory of Nyssa’s Terminology for Trinitarian Perichoresis.” Vigiliae Christianae 52, no. 3 (August 1998): 257. https://doi.org/10.2307/1584502.
Susanta, Yohanes Krismantyo. “Menuju Misi Kristen Yang Mengedepankan Dialog Antariman.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 2 (2020): 73–85.
Twombly, Charles. Perichoresis and Personhood: God, Christ, and Salvation in John of Damascus. Wipf and Stock Publishers, 2015.
Twombly, Charles C. Perichoresis and Personhood: God, Christ, and Salvation in John of Damascus. Princeton Theological Monograph Series 216. Eugene, Oregon: Pickwick Publications, 2015.
Vita-More, Natasha. “History of Transhumanism.” In The Transhumanism Handbook, edited by Newton Lee, 49–62. Los Angeles, CA: Springer International Publishing, 2019.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Yohana Simanjuntak, Frans Marpaung

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis memiliki hak untuk karyanya dan juga kepada jurnal Theologia in Loco hak publikasi dan distribusi pertama dalam edisi elektronik dan cetak secara bersamaan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.




