Liturgi Yang Sempurna Berbaptis Dalam Kehidupan

Tinjauan Kritis atas Praktik Berliturgi di Gereja dari Perspektif Trinitas

  • Administrator STTF Jakarta

Abstract

Abstract: In the church, perfect liturgy is understood as worship’s condition without disruption or mistake. In reality, this perspective often makes some opportunity to discriminate some people from the worship. Research about liturgy, both from theologians, liturgy workers, and scripture text, indicates that the “real” perfect liturgy happens when people participate in daily life. This notion is same as the spirituality of Trinity. This spirituality explains that participation is the form of completeness or perfect God. Therefore, Trinitarian liturgy should show perfect liturgy as active participation from all people in their daily life so that can bring a goodness for others people.

 

Abstraksi: Di dalam kehidupan bergereja, ibadah atau liturgi yang sempurna sering dipahami sebagai kondisi ibadah tanpa gangguan, tanpa kesalahan, dan sebagainya. Pemahaman seperti itu membuka peluang adanya diskriminasi terhadap pihak-pihak tertentu di dalam ibadah. Penelitian ulang terhadap makna liturgi, baik dari para teolog dan praktisi liturgi maupun teks Alkitab, menunjukkan bahwa liturgi yang sempurna justru terjadi ketika manusia berpartisipasi di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga yang menjadi spiritualitas doktrin Trinitas, yang memperlihatkan bahwa partisipasi menjadi bentuk kesempurnaan Allah. Dengan demikian, liturgi yang Trinitaris justru menegaskan liturgi yang sempurna terjadi saat umat berpartisipasi secara aktif di dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

 

Key Words: worship, liturgy, perfect, Trinity, participation, church, daily life.

Kata-kata Kunci: ibadah, liturgi, sempurna, Trinitas, partisipasi, gereja, kehidupan sehari-hari.

Published
2018-04-12