Tata Ruang dalam Gereja yang Secara Liturgis Menarasikan Karya Allah
DOI:
https://doi.org/10.55935/thilo.v3i1.213Kata Kunci:
arena, rumah Allah, tangga, narasi, air, saksi, tata ruangAbstrak
Paparan tentang bangunan gereja sebagai area liturgi berikut ini akan berfokus pada dua hal. Pertama, area yang memisahkan dunia sakral dan dunia keseharian. Area terpisah mengungkapkan keberadaan gereja yang menyatakan kehadiran Allah di dunia. Gereja bukan hanya hidup di dunia, tetapi juga memberikan makna bagi seluruh kehidupan segala makhluk. Kedua, ruang selebrasi yang menarasikan karya Allah sepanjang sejarah. Sebagai area liturgi, bangunan gereja menggunakan metafora untuk menarasikan karya Allah, misalnya: pintu gerbang sorga, Sang Bunda mengandung, dan biduk berlayar. Argumentasi artikel ini adalah interior ruang ibadah merefleksikan teologi gereja dengan menggunakan pendekatan ritual, teologi, dan antropologi, artikel ini memperlihatkan penting ruang liturgi sebagai refleksi dari teologi gereja.
Unduhan
Referensi
Cooke, Bernard dan Gary Macy. Christian Symbol and Ritual: an Introduction. New York, NY: Oxford University Press, 2005.
Banks, Robert J. Paul’s Idea of Community: the Early House Churches in their Cultural Setting. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 1994.
Bria, Ion. “The Liturgy after the Liturgy.” Dalam Baptism and Eucharist Ecumenical Convergence in Celebration, peny. Max Thurian dan Geoffrey Wainwright, 213-217. Geneva: World Council of Churches & Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans, 1983.
Cherry, Constance M. The Worship Architect: a Blueprint for Designing Culturally Relevant and Biblically Faithful Services. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2010.
Dunn, James D.G. 1 Corinthians. London: T & T Clark Studies Guides, 2003.
Eliade, Mircea Images and Symbols: Studies in Religious Symbolism, terj. Philip Mairet. Princeton: Princeton University Press, 1991.
Groenen, Cletus. Pengantar ke dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1984.
Kenner,T.A. Symbols and Their Hidden Meanings: the Mysterious Significance and Forgotten Origins of Signs and Symbols in the Modern World. London: Carlton Book Ldt., 2006.
LAI. Perjanjian Lama Ibrani – Indonesia. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004.
McCall, Richard D. Do This: Liturgy as Performance. Notre Dame: University of Notre Dame Press, 2007.
Rachman, Rasid. “Berliturgi Sebagai Ritual: Arena Liminal Yang Membentuk Identitas.” Kuliah umum “Kala dan Kalam“ STFT Jakarta, 29 April 2019.
______________. “Liturgi Cermin Keterbukaan Gereja: GPIB Merayakan Ibadah,“ Persidangan Sinode Tahunan GPIB.“ Ceramah, Menguatkan Tatanan Bergereja agar Mendatangkan Berkat bagi Masa Depan Umat dan Masyarakat” (Ibr. 11:8-10), Bogor, 28 Februari 2020.
______________. “Perjamuan Awal Jemaat Korintus.“ Disertasi D.Th., STFT Jakarta, 2018.
Rachman, Rasid dan Rouli Retta Sinaga. “Teologi Sosial-Politik-Budaya.” Dalam Teologi-teologi Kontemporer, peny. Jan S. Aritonang, 117-145. Jakarta: BPK Gunung Mulia & UPM STFT Jakarta, 2018.
Roberts, Nicholas W. Building Type Basics for Places of Worship. Hoboken: John Wiley and Sons, Inc.,, 2004.
Seasoltz, R. Kevin. A Sense of the Sacred: Theological Foundations of Christian Architecture and Art. New York, NY: The Continuum International Publishing Group Inc., 2007.
Sudiarja, A. dkk., penyunting, Karya Lengkap Driyarkara: Esai-esai Filsafat Pemikir yang Terlibat Penuh dalam Perjuangan Bangsanya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006.
Takenaka, Masao. The Place Where God Dwells: an Introduction to Church Architecture in Asia. Shatin N.T.: Christian Conference of Asia, 1995.
Theissen, Gerd. The First Followers of Jesus: a Sociological Analysis of the Earliest Christianity. London: SCM Press LTD, 1978.
Timo, Eben Nuban. Pemberita Firman Pencinta Budaya: Mendengar dan Melihat Karya Allah dalam Tradisi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Van de Ven, Cornelis. Ruang dalam Arsitektur: Evolusi dari Sebuah Gagasan Baru dalam Teori dan Sejarah Gerakan-gerakan Modern, edisi ke-3. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991.
Van den End, Th. Tafsiran Alkitab Surat Roma. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.
Van Gennep, Arnold. The Rites of Passage, terj. Monika B. Vizedom dan Gabrielle L. Caffee. Chicago: The University of Chicago Press, 1992.
Vriezen, Theodorus C. Agama Israel Kuna, terj. I.J. Cairns. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981.
Wainwright, Geoffrey dan Karen B. Westerfield Tucker, editor. The Oxford History of Christian Worship. New York: Oxford University Press, 2006.
Webber, Robert E. Worship: Old and New, Revised Edition. Grand Rapids: Zondervan, 1994.
Widiasih, Ester Pudjo. “Ritual dalam Kehidupan Berjemaat.” Dalam Seberkas Bunga Puspa Warna: Books of Friends 75 Tahun Pdt. H.A. van Dop, peny. Binsar Pakpahan, 129-163. Jakarta: Yayasan Musik The Church Indonesia, 2010.
Witherington III, Ben. Conflict and Community in Corinth: a Socio-Rhetorical Commentary on 1 and 2 Corinthians. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 1995.
Kamus dan Buku Nyanyian
Davies, J.G. editor. The New Westminster Dictionary of Liturgy and Worship. Philadelphia: The Westminster Press, 1986. S.v. Nave.
Maryanto, Ernest. Kamus Liturgi Sederhana. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2004. S.v. ruang jemaat; panti imam; ruang pemimpin.
Newman, Barclay M. Greek-English Dictionary of the New Testament, Revised Edition. Stuttgart: Deutsche Biblegesellschaft, 2010. S.v. ὶερόν; μεσίτης; μεσόω; ναòς; ναὓς; τόπος.
Poerwadarminta, W.J.S. peny. Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1986. S.v. kromo.
Prent, K., J. Adisubrata, W.J.S. Poerwadarminta, peny. Kamus Latin – Indonesia, Yogyakata: Penerbit Kanisius, 1969. S.v. arch; fascinatio; faveo; mundus; navis; sapiens; sapientia; sapio; sedes; tectum; tremendus.
Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa, tim peny. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2nd edition. Jakarta: Balai Pustaka, 1996. S.v. area; arena; ruang; wana.
Osburn, William. A Hebrew and English Lexicon to the Old Testament. Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1844. S.v. ﬥ וּ ז
Wesbster’s Ninth New Collegiate Dictionary. Springfield: A Merriam Wesbster, 1983. S.v. archi; nave; navel; tectum.
Website
Akhyari Hananto. “Di Mana Sebenarnya Titik Paling Tengah Pulau Jawa?” https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/02/15/di-mana-sebenarnya-titik-paling-tengah-pulau-jawa (diakses 20 Maret 2020).
Barnes’ Notes on the Bible. “Matthew 26:18: Expository (English Bible). http://biblehub.com/commentaries/barnes/matthew/26.htm (diakses 17 Februari 2017).
Denah, “Jawa Barat.“ http://www.streetdirectory.co.id/indonesia/ jakarta/ (diakses 3 Februari 2019).
Denah, “Yogyakarta. “http://www.streetdirectory.co.id/indonesia/jakarta/ (diakses 3 Februari 2019).
Inscript. “ΠΡΟΣ ΡΩΜΑΙΟΥΣ 12:1” dan “Romans 12:1,” https://inscript.org/ (diakses 5 Mei 2019); ”2Yohanes.“ https://inscript.org/ (diakses 12 April 2019).
Meyer’s NT Commentary. “Matthew 26:18: Exegetical (Original Languages).” http://biblehub.com/commentaries/meyer/matthew/26.htm (diakses 17 Februari 2017).
Purwadi dan Eko Priyo Purnomo. “Kamus Sansekerta – Indonesia,“ https://sabdadewi.wordpress.com/kamus-jawa-sansekerta/ (diakses 22 Maret 2020
Santos blog. “Asal Muasal Nama dan Sejarah Kabupaten Wonosobo.” https:// santossalam.blogspot.com/2019/06/asal-muasal-nama-dan-sejarah-wonosobo.html (diakses 20 Maret 2020).
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Theologia in Loco

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis memiliki hak untuk karyanya dan juga kepada jurnal Theologia in Loco hak publikasi dan distribusi pertama dalam edisi elektronik dan cetak secara bersamaan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.




