Menyelisik Kata-kata yang Khas dalam Nyanyian Jemaat
DOI:
https://doi.org/10.55935/thilo.v4i2.249Kata Kunci:
fermata, himne, narasi, penerjemah, penyair, syair, teks AlkitabAbstrak
Menyelisik kata-kata tak biasa dalam nyanyian jemaat menggugah saya untuk mencari akar dan makna di balik nyanyian. Ada kata yang tidak jelas artinya, namun umat menyanyikannya tanpa kendala. Bagaimana naskah Alkitab yang merupakan asal nyanyian berubah makna sehingga memunculkan kesan dan pesan berbeda? Bagaimana kata satu atau dua huruf dapat menarasikan keagungan Allah? Bagaimana satu kata dalam percakapan berubah nuansa ketika dinyanyikan? Hal-hal tersebut membawa saya mendalami syair-syair tertentu dan menyelisiknya dari sudut kosa kata, baik kata asli maupun terjemahan untuk menemukan makna teologis. Saya terkesan terhadap kata-kata tampaknya tak berarti atau tak jelas arti dalam nyanyian jemaat berbahasa Indonesia. Saya memilih kata-kata tersebut dan menyelisiknya untuk memperoleh kesan dan pesan lebih mendalam. Saya menemukan bahwa kata-kata yang dipilih oleh pencipta atau penerjemah menyampaikan penghayatan iman personal yang berdampak secara komunal. Tawaran adalah agar umat memperhatikan dengan seksama kata per kata dalam syair nyanyian jemaat. Kata-kata tersebut memberikan nuansa dan makna bagi kehidupan spiritual.
Unduhan
Referensi
Buku
Adam, Adolf. The Liturgical Year: Its History and Its Meaning after the Reform of the
Liturgy, terj. Matthew J. O’Connell. New York: Pueblo Publishing Company, 1981.
Alter, Robert. The Book of Psalms: a Translation and Commentary. New York: W.W. Norton & Company, 2007.
Bailey, Albert Edward. The Gospel in Hymns: Backgrounds and Interpretation. New York: Charles Scribner’s Sons, 1950.
Barth-Frommel, M.C. dan B.A. Pareira. Mazmur 1-41: Tafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989.
Brueggemann, Walter. Spirituality of the Psalms. Minneapolis: Fortress Press, 2002. Danandjaya, James. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta:
Pustaka Utama Grafiti, cet. 3, 1991.
Dennis-Bryan, Kim, Nicola Hodgson dan Neil Lockley, editor. Signs & Symbols: an Illustrated Guided to Their Origins and Meanings. New York: DK Publishing, 2008.
Glazer, Miriyam. Psalms of the Jewish Liturgy: a Guide to Their Beauty, Power, and an, Yonky. Yang Menjadikan Langit dan Bumi: sebuah Teologi Penciptaan menurut Perjanjian Lama. Jakarta: Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta, .2021
Kenner, T.A. Symbols and Their Hidden Meanings: the Mysterious Significance and Forgotten Origins of Signs and Symbols in the Modern World. London: Carlton Book, 2006.
Prier, Karl-Edmund. Sejarah Musik Jilid 2. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 1993.
Reynolds, William J. Hymns of Our Faith: Background Information on 554 Hymns and Tunes, with Biographical Material on Their Authors and Composers. Nashville: Broadman Press, 1964.
Subandrijo, Bambang dan Rasid Rachman. Lukas Peliturgi: Menarasikan Yesus dalam Perziarahan Gereja dengan Tradisi dan Kaum Marginal. Jakarta: Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta, 2021.
Wilson-Dickson, Andrew. The Story of Christian Music: from Gregorian Chant to Black Gospel. Minneapolis: Fortress Press, 2003.
Andrews, Joyce. The Oxford Paperback Italian Dictionary: Italian-English, English- Italian. Oxford: Oxford University Press, 1986. S.v. cadenza; fermare.
duhai; wahai.
Kamus
Aritonang, Jan S. dan Antonius E. Kristiyanto, peny. Kamus Gereja dan Teologi Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2021. S.v. Hosana (SBH); Kidung Gerejawi (EPW & JSA).
Baker, D.L. dan A.A. Sitompul, Kamus Singkat Ibrani-Indonesia. Jakarta: BPK Gunung . ֹ֙תה֙וּ ; ָע ָׂשה ; ָו ֹ֔בהוּ .Mulia, 2018. S.v
Davies, J.G. editor. The New Westminster Dictionary of Liturgy and Worship. Philadelphia: The Westminster Press, 1986. S.v. Nave.
Endarmoko, Eko. Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2016. S.v.; aduhai; amboi; cengkok;
Kennedy, Michael. The Concise Oxford Dictionary of Music, 3
Oxford University Press, 1985. S.v. Candenza; Cadence or Close; Fermata; Hymn; Melisma; o.
Edition. Oxford: Longman Dictionary of Contemporary English, 3rd Edition. Harlow: Longman,
S.v. alas; o; oh.
Maryanto, Ernest. Kamus Liturgi Sederhana. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2004. S.v. ordinarium; ruang jemaat; panti imam; ruang pemimpin.
Newman, Barclay M. Greek-English Dictionary of the New Testament, Revised Edition. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 2010. S.v. βάϊον; ἔλεος; ὶερόν; φοῖνιξ; ναòς; ναὓς; τόπος.
Osburn, William. A Hebrew and English Lexicon to the Old Testament. Grand Rapids: . ָע ִ֗שׂי ָת ; ָע ָ ׂשה ;ל וּ ז ; ָא ֵ֔מן ; ֲא ָה ֮הּ .Zondervan Publishing House, 1844. S.v
Poerwadarminta, W.J.S. peny. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1986. S.v. aduh; aduhai; ah; hai; kromo; o; oh; wahai.
Prent, K., J. Adisubrata, W.J.S. Poerwadarminta, peny. Kamus Latin – Indonesia, Yogyakata: Penerbit Kanisius, 1969. S.v. arch; fascinatio; faveo; mundus; navis; o!; sapiens; sapientia; sapio; sedes; tectum; tremendus.
Prier, Karl-Edmund. Kamus Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 2009. S.v. Antifon; Fermata; Hening; Himne; Melisma (Yun.); Miksolidis (‘mixolydian’); O-; Pelog; Pentatonik; Phrygis (‘frigis’, phrygian’).
Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa, tim peny. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2nd edition. Jakarta: Balai Pustaka, 1996. S.v. aduhai; ah; aku; amboi; anak; area; arena; cengkok; daku; duhai; hai; nak; o; oh; ruang; sembah; sembahyang; wahai; warna; 2ya.
Wesbster’s Ninth New Collegiate Dictionary. Springfield: A Merriam Wesbster, 1983. S.v. archi; nave; navel; tectum.
African American Heritage Hymnal: 575 Hymns, Spirituals, and Gospel Songs. Chicago: GIA Publications, Inc., 2001.
Buku Nyanyian
Hymns for the Family of God. Nashville: Paragon Associates, Inc, 1976.
Johnson, Norman, ed. Praise! Our Songs and Hymns. Grand Rapids: Singspiration
Music of the Zondervan Corporation, 1979.
Let the Asian Church Rejoice, Gereja Asia Bersukalah. Singapore: Methodist School of Music dan Trinity Theological College, 2015.
Lux et Origo: Lagu-lagu Gregorian Proprium, Ordinarium, dan Lagu-lagu Komuni. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 1988.
Mazmur dan Nyanyian Rohani, Not Balok, dari Perbendaharaan Jemaat Segala Abad. Diindonesiakan I.S. Kijne. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1979.
Nyanyikanlah Kidung Baru: Edisi Harmoni. Jakarta: BPMS GKI & Yamuger Indonesia from Taizé. Taizé: Ateliers et Presses de Taizé, 2008.
Yamuger. Kidung Keesaan. Jakarta: Yayasan Musik Gereja Indonesia, 2017.
Yamuger. Kidung Pujian dan Penyembahan. Jakarta: Yayasan Musik Gereja Indonesia, 2013.
Yamuger. Mazmur dan Kidung Jemaat. Jakarta: Yayasan Musik Gereja Indonesia, 1999.
Yamuger. Pelengkap Kidung Jemaat. Jakarta: Yayasan Musik Gereja Indonesia, 1999. Singing the New Testament. Grand Rapids: Calvin Institute of Christian Worship &
Faith Alive Christian Resources, 2008.
Sound the Bamboo: CCA Hymnal 2000. Hongkong: The Christian Conference of
Asia, 2000.
Bible Multilingual, “Jeremiah 32:17” https://biblehub.com/multi/jeremiah/32-17. htm (diakses 5 Maret 2022).
Nyanyian, “My Grand Father’s Clock” (diakses 8 Februari 2022).
Website
KONTEN BUDAYA NUSANTARA, “Upacara Adat Penti – Wae Rebo” (diakses 22 Januari 2022).
Panbers|Tembang Kenangan|Album Terbiat, “Akhir Cinta” (diakses 21 Januari 2022).
Wikipedia, the free encyclopedia, “Henry Clay Work” https://en.wikipedia.org/ wiki/Henry_Clay_ Work (diakses 8 Februari 2022).
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Theologia in Loco

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis memiliki hak untuk karyanya dan juga kepada jurnal Theologia in Loco hak publikasi dan distribusi pertama dalam edisi elektronik dan cetak secara bersamaan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.




