Pela Gandong

Sebuah Upaya Mengkomunikasikan Kristus Ke Dalam Budaya Di Maluku

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.55935/thilo.v7i2.322

Kata Kunci:

Komunikasi, Kristus, Budaya, Pela Gandong, Maluku

Abstrak

Pela Gandong merupakan sistem kekerabatan adat Maluku yang telah terbukti mampu menjaga harmoni sosial dan mediasi konflik lintas komunitas, termasuk antara komunitas Muslim dan Kristen. Meskipun demikian, potensi budaya ini sebagai jembatan komunikasi Injil dalam konteks teologi kontekstual Indonesia belum dikaji secara sistematis melalui kerangka komunikasi lintas budaya yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai yang tertanam dalam Pela Gandong dan mengkaji relevansinya sebagai medium komunikasi Kristus kepada masyarakat Maluku. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menafsirkan Pela Gandong melalui kerangka komunikasi lintas budaya David J. Hesselgrave. Penelitian menemukan bahwa Pela Gandong memuat tiga nilai inti — harmoni sosial, mediasi konflik, dan instrumentasi perdamaian — yang selaras secara substantif dengan ajaran Kristen tentang kasih, rekonsiliasi, dan shalom. Keselarasan ini membentuk titik kontak teologis yang memungkinkan Injil dikomunikasikan secara kontekstual dan organik, tanpa mengabaikan integritas budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa Pela Gandong dapat berfungsi sebagai jembatan budaya yang sah (legitimate cultural bridge) dalam praktik misiologi kontekstual di Maluku, sekaligus menawarkan model bagi pendekatan serupa di konteks budaya Indonesia yang pluralistik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. https://maluku.bps.go.id/quickMap.html.

Bakri, Hendry. “Resolusi Konflik melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon.” The POLITICS 1, no. 1 (Januari 2015): 51-60. https://media.neliti.com/media/publications/102761-ID-resolusi-konflik-melalui-pendekatan-kear.pdf.

Banawiratma, J. B. Kristologi dan Allah Tritunggal. Yogyakarta: Kanisius, 2012.

Boedi, Toni Setia. “Resolusi Konflik Agama Di Pulau Ambon.” Jurnal Ketahanan Nasional 16, no. 3 (Desember 2009): 51-60. https://journal.ugm.ac.id/jkn/article/view/22305/14888.

Drew, Clifford J., Michael L. Hardman dan John L. Hosp. Penelitian Pendidikan: Merancang dan Melaksanakan Penelitian pada Bidang Pendidikan. Jakarta: Indeks, 2017.

Elliot, Ben. Tetap Teguh. Bandung: Kalam Hidup, 2015.

Hehanussa, Jozef. “Pela dan Gandong: Sebuah Model utuk Kehidupan Bersama dalam Konteks Pluralisme Agama di Maluku.” Gema Teologi 33, no. 1 (2009): 1-15. http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/40/35.

Henry, Matthew. Tafsiran Matthew Henry Injil Yohanes 12-21. Surabaya: Momentum, 2010.

hesselgrave, David J. Communicating Christ Cross-Culturally: Mengkomunikasikan Kristus Secara Lintas Budaya. Malang: Literatur SAAT, 2013.

Malisngorar, Julia dan Besse Sugiswati. “Pela Gandong Sebagai Sarana Penyelesaian Konflik.” Perspektif 22, no. 1 (Januari 2017): 66-79. http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/article/view/589/pdf_104.

Malutany, Yakob Godlif dan Samuel Patra Ritiauw. “Eksistensi Pela Gandong Sebagai Civic Culture dalam Menjaga Harmonisasi Masyarakat di Maluku.” Sosio Didaktika 5, no. 2 (November 2018): 35-46. http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/SOSIO-FITK/article/view/10554/pdf.

Mualim, Jaffary Awang dan Ibrahim Abu Bakar. “Pela Gandong Sebagai Pemangkin Toleransi Antara Muslim dan Kristiani di Ambon.” Jurnal Hadhari 6, no. 1 (2016): 43-55. http://ejournals.ukm.my/jhadhari/article/view/12381/3927.

Nazir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2005.

Ode, Samsu. “Budaya Lokal Sebagai Media Resolusi dan Pengendalian Konflik di Provinsi Maluku (Kajian, Tantangan dan Revitalisasi Budaya Pela).” Politika 6, no. 2 (Oktober 2015): 93-100. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/10715/8502.

Pelu, Hanafi dkk. “Budaya Pela-Gandong Sebelum dan Sesudah Konflik pada Negeri Latta di Kota Ambon.” Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan 11, no. 1 (Juni 2023): 209-2022. https://blamakassar.e-journal.id/pusaka/article/view/1021.

Pesurnay, Althien J. “Muatan Nilai dalam Tradisi Pela Gandong di Maluku Tengah.” Jurnal Adat dan Budaya 3, no. 1 (Desember 2021): 17-28. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i1.35003.

Pieris, John. Tragedi Maluku Sebuah Krisis Peradaban. Jakarta: Yayasan Obor, 2004.

Ralahallo, Roubrenda. “Kultur Damai Berbasis Tradisi Pela Dalam Perspektif Psikologi Sosial.” Jurnal Psikologi 36, no. 2 (Desember 2009): 177-188. https://jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7894/6127.

Tangidy, Allez Martin dan T. Arie Setiawan. “Toleransi Melalui Model Budaya Pela Gandong Menggunakan Media Board Game untuk Mahasiswa.” Sabda 10, no. 2 (Desember 2016): 16-25. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/16043/11888.

Titaley, E., S. Kanto, D. Wisadirana, Mardiyono. “Pela dan Gandong Culture As Basic Of A Network Formation For Poverty Alleviation In the Village.” Advanves in Social Sciences Research Journal 5, no. 3 (March 2018): 14-22. https://journals.scholarpublishing.org/index.php/ASSRJ/article/view/4247/2628.

Situs Resmi Pemerintah Provinsi Maluku. “Selayang Pandang Provinsi Maluku.” http://www.malukuprov.go.id/index.php/selayang-pandang/2016-10-06-01-16-48.

Wijaya, Hengki. “Pengenaan Manusia Baru Di Dalam Kristus: Natur, Proses, Dan Fakta Serta Implikasi Teologis Dan Praktisnya.” Jurnal Jaffray 14, no. 1 (April 2016): 109-130. https://ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/article/view/194/pdf_147.

File Tambahan

Diterbitkan

30-11-2025