Alam sebagai Teks Suci
Sebuah Dialog Ekologis antara Alkitab dan Pikukuh Sunda Wiwitan Baduy
DOI:
https://doi.org/10.55935/thilo.v8i1.330Kata Kunci:
Ecology, Sunda Wiwitan, Sacred Texts, Bible, PikukuhAbstrak
Sebelum masuknya agama-agama yang identik dengan kitab sucinya, seperti Buddha, Islam, dan, Kristen, Indonesia sebenarnya memiliki agama kepercayaan lokal. Akan tetapi, aliran kepercayaan lokal ini semakin terpinggirkan sejak masuknya agama dari negara lain. Keberadaan mereka justru semakin terpinggirkan karena dianggap 'menyimpang'. Aliran kepercayaan juga identik tidak memiliki kitab suci. Akan tetapi, mereka memiliki pedoman kehidupan yang memiliki peran seperti teks suci. Aliran kepercayaan yang tersudutkan ini justru memiliki nilai yang tinggi terkait kepeduliannya terhadap alam. Sebaliknya, pembacaan Alkitab seringkali berujung pada pembenaran terhadap tindakan yang mengeksploitasi alam. Salah satu aliran kepercayaan yang masih ada sampai sekarang adalah Sunda Wiwitan Baduy. Ajaran dari Sunda Wiwitan Baduy identik dengan penekanan terhadap kelestarian alam. Alam dapat dikatakan sebagai teks suci Sunda Wiwitan Baduy. Walaupun dikenal tidak memiliki teks suci yang tertulis, Sunda Wiwitan Baduy memiliki pedoman kehidupan yang diwariskan dari nenek moyang yaitu Pikukuh. Walaupun tidak tertulis, Pikukuh memiliki kegunaan yang sama dengan teks suci agama lain seperti Alkitab dan Al-Qur’an. Ajaran Pikukuh masyarakat Baduy yang sangat mementingkan kelestarian alam dibandingkan keuntungan manusia, seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk merefleksikan ulang teks suci yang kita percayai. Dengan belajar dari penganut Sunda Wiwitan Baduy, pembacaan Alkitab seharusnya juga didasarkan pada kesadaran tentang keberadaan alam. Kehadiran teks suci seharusnya dapat membawa kedamaian bagi semua makhluk.
Unduhan
Referensi
As, Enjang, Mukhlis Aliyudin, Farid Soleh Nurdin, Muhibudin Wijaya Laksana, Sitta Resmiyanti Muslimah, and Widodo Dwi Ismail Azis. “Sunda Wiwitan: The Belief System of Baduy Indigenous Community, Banten, Indonesia.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya 5, no. 1 (June 2020): 77–95. https://doi.org/10.15575/jw.v5i1.8069.
Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru: Akses Etika Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.
Ekadjati, Edi S. Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. 3rd ed. Vol. 1. Jakarta: Pustaka Jaya, 2009.
Habel, Norman C. “Ecological Criticism.” In New Meanings for Ancient Texts: Recent Approaches to Biblical Criticisms and Their Applications, edited by Steven L. McKenzie. Louisville, Ky: Westminster John Knox Press, 2013.
Indrawardana, Ira. “Berketuhanan Dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan.” Melintas 30, no. 1 (2014): 105. https://doi.org/10.26593/mel.v30i1.1284.105-118.
Nani Sumarlina, Elis Suryani, Undang Ahmad Darsa, and Ike Rostikawati Husen. “Serpihan Terpendam Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kanekes Baduy.” Jurnal Kajian Budaya Dan Humaniora 4, no. 3 (October 2022): 301–9. https://doi.org/10.61296/jkbh.v4i3.61.
Nnamdi, Stephen, and Victor Ogbozor. “The Hermeneutics of Genesis 1:28 and Environmental Ethics: A Socio-Ethical Evaluation.” Sapientia Global Journal of Arts, Humanities and Development Studies 3, no. 2 (2020).
Sacks, Jonathan. Not in God’s Name: Confronting Religious Violence. New York, NY: Schocken Books, 2015.
Senoaji, Gunggung. “Perilaku Masyarakat Baduy dalam Mengelola Hutan, Lahan, dan Lingkungan di Banten Selatan.” Humaniora 23, no. 1 (2012): 1–15. https://doi.org/10.22146/jh.1006.
Sujana, Ahmad Maftuh. “Pikukuh: Kajian Historis Kearifan Lokal Pitutur Dalam Literasi Keagamaan Masyarakat Adat Baduy.” Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah 3, no. 2 (2020): 81–92. https://doi.org/10.17509/historia.v3i2.24347.
Sutisna, Mohamad, Dodi Junaedi Hidayat, Muhamad Ajat Sudrajat, Ramdani Ramdani, and Mohamad Malik. “Eksistensi Pikukuh Adat Sebagai Kontrol Sosial Pada Masyarakat Baduy Di Desa Kanekes.” Jurnal Citizenship Virtues 3, no. 2 (2023): 600–606. https://doi.org/10.37640/jcv.v3i2.1880.
Van Voorst, Robert E. Anthology of World Scriptures. Belmont, CL: Wadsworth Pub. Co, 1994.
Wahid, Masykur. “Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung Di Desa Kanekes Banten.” El-Harakah: Jurnal Budaya Islam 13, no. 2 (2011). https://doi.org/10.18860/el.v0i0.1888.
Yoreh, Tanhum. “Environmental Embarrassment: Genesis 1:26-28 vs Genesis 2:15.” In Vixens Disturbing Vineyards, edited by Tzemah Yoreh, Aubrey Glazer, Justin Jaron Lewis, and Miryam Segal, 554–86. Boston, MA: Academic Studies Press, 2019. https://doi.org/10.1515/9781618110442-029.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Andesita Meyeriawati Dwi Windarti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis memiliki hak untuk karyanya dan juga kepada jurnal Theologia in Loco hak publikasi dan distribusi pertama dalam edisi elektronik dan cetak secara bersamaan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.




