Theologia in Loco Vol. 2 No. 1 April 2020

Untuk edisi kali ini, Theologia in Loco menampilkan lima tulisan apik karya teolog Indonesia dan dua resensi buku. Jan Sihar Aritonang membahas perspektif sejarah dan etika dari kisah gereja-gereja yang memutuskan untuk mencari pemecahan masalahnya ke pengadilan. Nindyo Sasongko menuliskan seni praktika pembimbingan spiritual dari seorang sahabat dengan istilah Keltik Anam Ċara, yang juga bisa diterapkan di masa Pandemi, ketika kita semua berperan sebagai sahabat yang sama-sama berjalan dalam pergumulan. Setelah itu, kita akan membaca sebuah penelitian faktor teologis dan politis dalam Pengakuan Iman Konstantinopel oleh Radius Aditiya Jonar.

Rasid Rachman memberikan pertimbangan mengenai penggunaan Roti Beragi dan Tak-Beragi oleh masyarakat Mediterania. Artikel ini membantu kita untuk memahami upaya kontekstualisasi dalam elemen Perjamuan Kudus. Akhirnya, kita juga akan membaca sebuah pergumulan gambar Allah yang ditampilkan oleh Kejadian 1 yang ditulis pasca penjajahan di Mesir dan pengasingan di Babilonia oleh Tony W. Fanggidae, yang mungkin bisa membantu kita juga memahami gambar Allah pasca-Pandemi Covid-19.

Selamat membaca dan kami menanti penelitian Anda berikutnya mengenai respons teologi atas Pandemi Covid-19 yang menambah sumbangan pemikiran di ruang publik!

Published: 2020-04-30